Follow by Email

Minggu, 15 April 2012

Gedung MTs ISLAMIYAH BANIN


NOMOR INDUK SISWA MTs. ISLAMIYAH BANIN 
TAHUN PELAJARAN 2012
Siswa Kelas 7 Tahun 2012
No Nama Kls TTL Alamat Lengkap Ayah Ibu Pekerjaan Riwayat Sekolah
Urt Induk NISN Asal No. Ijazah Th
1 3393 9993971296 Ahmad 'Ainun Najib 7A Tuban, 27 Oktober 1999 Jatisari Senori Tuban Subkan Istikhoroh Tani/Tani MI. Islamiyah Banin Jatisari    
2 3396 9971146598 Abdul Aziz Rohman Hakim 7A Tuban, 12 April 1998 Kaligede Senori Tuban Abdul Mu'in  Siti Aslamah Tani/Tani MI. Ulumissyar'iyah Kaligede MI. 130038245 2011
3 3399 0008957008 Abdul Manaf 7A Tuban, 11 Pebruari 2000 Sidoharjo Senori Tuban Jamin Kasminah Tani/Tani SDN. Sidoharjo 3, Senori DN-05 Dd 0162824 2011
4 3402 9983895351 Abdul Rohib 7A Tuban, 22 Nopember 1998 Sendang Senori Tuban Jaedi Tasripah Tani/Tani MI. Islamiyah Banin Jatisari Senori MI. 130038201 2011
5 3405 9988993382 Ach. Muwafiqul Ula 7A Bojonegoro, 09 Januari 1999 Penggik Ngasem Bojonegoro M. Aslih Nasih Tani/Dagang SDN. Ngasem 04. Ngasem DN-05 Dd 0140165 2010
6 3411 9990868582 Ahmad Jauhari 7A Tuban, 09 Januari 1999 Sendang Senori Tuban Munsorip Istiqomah Tani/Tani MI. Islamiyah Banin Jatisari Senori MI. 130038202 2011
7 3414 9992621413 Achmad Pria Agung Wibowo 7A Tuban, 27 Mei 1999 Sendang Senori Tuban Sukasno Siti Fatimah PNS/Tani SDIT. Al-Hasaniyyah, Sendang Senori DN-05 Dd 0162891 2011
8 3417 9993615108 Ahmad Shofiyuddin 7A Tuban, 22 April 1999 Saringembat Singgahan Tuban Nagsidin Musyarofah Dagang/Dagang SDN. Saringembat 01. Singgahan DN-05 Dd 0162151 2011
9 3420 9970841248 Ali Hasandy Noor 7A Lamongan, 27 Januari 1997 Margomulyo Kerek Tuban Nurrohman Khimawati Wiraswasta/wiraswasta MI. Salafiyah margomulyo, Kerek MI. 130037668 2011
10 3423 9973633610 Angga Septiano 7A Tuban, 22 September 1997 Lajukidul Singgahan Tuban Sarjono Titik Masti'ah Tani/Tani SDN. Lajukidul 01. Singgahan DN-05 Dd 0159038 2010
11 3426 9974131030 Aris Syaifudin 7A Tuban, 21 Juli 1997 Latsari Bulu Bancar Tuban Jamin Suwarti Tani/Tani SDN. Latsari 4, Bancar DN-05 Dd 0156563 2010
12 3429 9980907546 Dian Irawan 7A Tuban, 11 Nopember 1998 Rayung Senori Tuban Yasmani Ngarpi Imawati Tani/Tani SDN. Banyuurip 01, Senori DN-05 Dd 0162457 2011
13 3432 9983895607 Dwi Husnawan Romadloni 7A Tuban, 21 Desember 1998 Kaligede Senori Tuban Sudarsono Muslikah Guru/Guru SDN. Kaligede 01 , Senori DN-05 Dd 0162618 2011
14 3435 9985933202 Fajar Abdul Ghoni 7A Tuban, 12 Pebruari 1998 Jatisari Senori Tuban Imam. S Tasripah Wiraswasta/wiraswasta SDN. Jatisari 01, Senori DN-05 Dd 0162409 2011
15 3438 9960908036 Khoirul Nopianto 7A Tuban, 28 Nopember 1999 Mojomalang Parengan Tuban Slamet Yatimah Tani/IRT SDN. Sendangrejo Parengan DN-05 Dd 0163241 2011
16 3444 9982348516 M. Fathurrohman 7A Bojonegoro, 24 Januari 1998 Seibahar Sumbermulya Jambi Ahmad Dasir Karni Tani/Tani MI. Islamiyah Banin Jatisari MI. 130038200 2011
17 3447 0008191196 M. Khoirul Afif Mujahidin 7A Tuban, 20 juni 2000 Banjarworo Bangilan Tuban Masdi Seswati Tani/Tani SDN Banjarworo 1 Bangilan DN-05 Dd 0158778 2011
18 3450 9990868023 M. Nurkhalim 7A Tuban, 05 Juli 1999 Sendang Senori Tuban Indhil Adha Sani Yati Tani/Tani SDN Sendang 01, Senori DN-05 Dd 0162558 2011
19 3456 9996653121 Misbahul Munir Sani 7A Blora, 13 Januari 1999 Kampung Baru Cepu Blora Ahmad Islam Jamilah Wiraswasta/wiraswasta MI. Assalam Cepu MI. 110031165 2011
20 3459 9991547093 Moh. Ali Suwandono 7A Tuban, 16 Mei 1999 Kaligede Senori Tuban Tuptazani Wiwik Tani/Tani MI. Ulumissyar'iyah Kaligede MI. 130038259 2011
21 3462 9988999251 Moh. Solikul Hadi 7A Bojonegoro, 25 Mei 1998 Bareng Ngasem Bojonegoro Ngadi  Yatini Dagang/Dagang SDN. Bareng 01, Ngasem DN-05 Dd 0144249 2011
22 3467 - M. Ainun Naja 7A Tuban, 25 April 1998 Tulung Rayung Senori Tuban Suntari Sukarni Tani/Tani SDN. Rayung 03, Senori DN-05 Dd 0162467 2011
23 3470 9992762668 Muhammad Farid Fajrul Falah 7A Tuban, 11 Januari 1999 Kedungkebo Rayung Senori Tuban Munadi Nur Syayidah Guru/Guru MI. Al-Ghozaliyah Rayung Senori MI. 130038368 2011
24 3473 9973973346 Muhammad Rizki 7A Tuban, 06 april 1997 Leran Senori Tuban Parmin Munah Tani/Tani MI. Nashirul Ummah Leran MI. 130038237 2011
25 3476 9996653138 Najib Ivan Satria 7A Bojonegoro, 15 April 1999 Banjarjo Padangan Bojonegoro Fauzi Muannis Sofa Dagang/Guru MI. Nurul Ulum Banjarjo MI. 13003131 2011
26 3482 9990326295 Roviul Huda 7A Bojonegoro, 29 September 1999 Gayam Ngasem Bojonegoro Jaswadi Sri Supratmi Tani/Guru SDN. Brabowan, Ngasem DN-05 Dd 0144801 2011
27 3485 9980906793 Susanto 7A Tuban, 15 Mei 1998 Medalem Senori Tuban Dasim Ngaslikah Tani/Dagang MI. Hadayatul Muta'llimin MI. 130038296 2011
28 3488 9996134090 Umam Syaifulloh 7A Tuban, 07 April 1999 Leran Senori Tuban Sunari Siti Umiroh Tani/Tani SDN. Leran Senori DN-05 Dd 0162609 2011
29 3492 9980907544 Zainul Mustofa 7A Tuban, 30 September 1998 Rayung Senori Tuban Pasiran Tumini Tani/Tani SDN. Rayung 02 Senori DN-05 Dd 0162464 2011
30 3501 9998073707 Muhammad Ichsanuddin 7A Pati, 16 Nopember 1997 Sumberarum Jaken Pati Maryoto   Dagang/Dagang SDN. Sumberarum, Jaken            DN-05  Dd 0317192   2011   

Senin, 12 Maret 2012

apa kabar UN jujur 2012


Siapa Berani UN Jujur?
Oleh: A. Musta’in

Unas jujur mulai dipertbincangkan kembali menjelang UNAS 2012. Para kepala pemerintahan  kabupaten juga tak kalah semangatnya mendeklarasikan UN jujur ini, di kabupaten Tuban misalnya , 8 Maret 2012 perwakilan kepala sekolah, guru, komite dan siswa serta semua lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan UN diundang bupati untuk komitmen melaksaanakan UN jujur .
Semua orang dari mana asalnya bahkan dari agama apa   mereka anut,  sepakat  jujur adalah sifat yang sangat terpuji, bukan hanya dari kalangan orang-orang yang baik, penjahat pun setuju jika jujur adalah perbuatan mulia, sebab dari kejujuran nilai-nilai kemanusiaan akan dihormati. Namun persoalnnya kejujuran  hanya mudah diucapkan  tidak untuk dijalankan, terbukti  selama ini kita kesulitan mencari orang-orang yang mau jujur.  Di antara kita lebih aman berlindung di balik kebohongan daripada  kejujuran, terlebih jika dari kecurangan  dapat dipetik keuntungan. Seorang teman berkelakar ,  andai Indonesia ini banyak orang jujur  tentu penjara tidak akan muat menampung mereka.
Unas jujur merupakan dambaan kita bersama, konsep yang sangat bagus ini butuh dukungan semua komponen, untuk merangsang nilai-nilai kejujuran dimaksud Radar Bojonegoro tampaknya  turut ambil bagian menggelar try out kejujuran Unas 2012.  Try out yang dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2012 untuk tingkat SMA/MA, tanggal 12 Maret 2012 untuk SMP/MTs, dan tanggal 19 Maret 2012 untuk tingkat SD/MI ini  tampaknya sangat unik . Di samping pelaksanaannya tidak ada pengawasnya,  try out ini dapat dilaksanakan di mana saja peserta mau (Radar Bojonegoro,  6/3). Hal demikian tentu tidak seperti pelaksanaan try out di sekolah yang selama ini kita saksikan . Try out ala Radar Bojonegoro ini  tampaknya mempercayakan pada malaikat Rokib dan Atid sebagai malaikat pencatat amal manusia untuk menilai kejujuran anak. Terlepas dari validitas hasil try out yang diperoleh,  penanaman nilai-nilai karakter kejujuran yang ingin dibangun Radar Bojonegoro perlu mendapat apresiasi positif.

Melihat peminat Try out  kejujuran UNAS 2012 yang begitu banyak tampaknya menjadi kebanggaan  bersama artinya  ada itikad berbuat jujur  baik oleh siswa maupun sekolah peserta try out itu sendiri. Bila ini berhasil tentunya akan dapat meminimalisir pandangan negatif terhadap penyelenggaraan UN yang selama ini disinyalir sering terjadi kecurangan dalam proses pelaksanaannya . Sebagai masyarakat pencinta kejujuran,  antusias sekolah mengikutkan peserta didiknya mengikuti tryout  jujur perlu kita dukung semoga ini menjadi awal tradisi positif untuk mengubah stigma negatif  saat ujian UN berlangsung.
Tiga tahun terakhir ini UN jujur telah digulirkan. Namun demikian,  curang masih menjadi berita utama  surat kabar sepanjang  pelaksanaan UN. Tampaknya, kejujuran sudah menjadi sesuatu yang mahal dan langka terlebih jika dengan berbuat curang akan meraih  keuntungan tersebut. Tahun lalu betapa guru SD di Surabaya telah mengajari  siswanya untuk berlaku curang dengan cara memaksa siswa yang pandai menunjukkan jawaban kepada teman-temannya. Bahkan yang  tak kalah hebohnya seorang kepala SMP swasta di Bojonegoro  telah melakukan perjokian dengan cara memasukkan enam anak yang bukan muridnya untuk mengikuti UN mengganti siswanya  yang tidak dapat mengikuti UN. Tampaknya kecurangan tidak hanya dilakukan oleh siswa , tetapi juga level penyelenggara. UN jujur yang dicanangkan pemerintah masih ditanggapi dingin oleh sebagian sekolah .
Mengapa demikian? Jawabannya  sederhana, Siapa tega melihat siswa tidak lulus ? Bagaimana masa depan sekolah nanti jika banyak siswa yang gagal? Bagaimana penilaian atasan jika siswanya banyak yang tidak berhasil? Dan masih banyak jawaban sederhana lainnya untuk pembenar diri. Inilah sebenarnya  kalimat retoris yang menjadi paradoks di tengah masyarakat, di satu sisi ingin mengajari dan menegakkan kejujuran, tetapi di sisi lain tidak tega melihat siswanya  berurai air mata,  masa depan sekolah terancam kekurangan siswa, dan  pimpinan memarahinya. Hal lain kecurangan dilakukan ditengarahi sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidaksetujuan sekolah terhadap pelaksanaan UN.
Diakui atau tidak melihat hasil try out sekolah baik soal dibuat oleh sekolah maupun   Dispora atau Kemenag Wilayah Jatim hasilnya masih kurang menggembirakan.  Melihat fenomena demikian  apa yang harus dilakukan, menyalahkan siswakah? Menyalahkan  guru? Atau menyalahkan siapa?  Menyalahkan bukanlah sikap bijak, justru akan menambah masalah baru, tetapi harus bagaimana? Guru sebagai gerbang terdepan pendidikan pasti akan berkata  bahwa mereka sudah mengajar dengan maksimal, siswa juga demikian, tetapi hasilnya sudah mentok.
                                                                                  
Butuh   Kearifan Pemerintah

Selama ini pelaksanaan UN selalu mendapat pengawalan berlapis yang ketat. Naskah diantar kepolisian, tiap ruang terdapat dua pengawas silang dari sekolah tertentu, belum lagi pengawas rayon, tim independent dari perguruan tinggi tertentu, kesimpulannya ketat…dan ketat.
Ada hal yang perlu  disikapi dari fenomena di atas, selama ini pemerintah hanya memberi dua pilihan pada siswa saat mengikuti UN, kata lulus dan gagal, sebuah pilihan yang terkesan menghakimi dan memaksakan, sementara kemampuan individu tidaklah dapat disamaratakan. akibatnya muncul sikap yang  keluar dari nilai-nilai kejujuran, kecurangan ini oleh sebagian siswa yang berkemampuan rendah dilakukan karena tidak ada pilihan lain kecuali berbuat demikian. Pilihan  pemerintah untuk mengikuti paket A, B, C bagi yang tidak lulus sebenarnya sudah merupakan solusi ,hanya   solusi ini dinilai kurang membanggakan. Meski pemerintah meyakinkan bahwa ijazah paket A,B,C setara dengan ijazah sekolah regular tetapi siswa tetap merasa tidak bisa nyaman. Dengan begitu sebenarnmya kearifan  juga harus datang dari pemerintah, adakah cara lain yang lebih menghargai atas kemampuan masing-masing individu daripada harus  memaksakan.
Tidak bermaksud menyederhanakan permasalahan  dalam UN, Jika pemerintah  lebih cermat selama ini  peluang curang juga bisa berasal dari pemerintah, soal-soal yang diujikan   memberi peluang  siswa untuk menyontek, butir-butir soal yang diujikan meski terkesan berbeda paket, redaksional soal masih banyak yang sama  hanya nomor soal  saja yang  diacak, bahkan posisi pilihan jawaban a, b, c, d, e- nya juga tidak berubah. Ini yang menjadi salah satu pintu kecurangan itu terjadi, termasuk para joki dengan cepat mengerjakan soal lima paket tersebut. Jika pemerintah ingin benar-benar menguji  kemampuan siswa, dalam hal ini  dapat membuat soal yang benar-benar berbeda dalam tiap  ruang. Namun  harus ada kompensasi bahwa siswa dijamin lulus semua yang membedakan nanti hanyalah ijazahnya.
Kecurangan muncul di antranya karena adanya peluang untuk berbuat curang, pemerintah sebenarnya dapat meminimalisir kecurangan tersebut dengan cara membatasi gerak  mereka. Dengan soal pilihan yang hanya lima paket yakni paket 12, 25, 39, 46, dan 54 sebenarnya sangat memungkinkan terjadi  pintu kecurangan tersebut. Namun akan sangat berbeda jika soal dalam satu ruang misalnya, dibuat benar-benar berbeda, dua puluh paket soal yang diujikan siswa benar-benar berbeda, di samping mereka  akan tidak ada peluang untuk  mencari jawaban ke teman dalam satu ruang, joki juga akan kerepoten harus  mengerjakan soal yang relatif  banyak. Pengawas juga dapat diminimalisir karena  kemungkinan peserta UN akan menyontek teman satu ruangan dengan sendirinya dapat diminimalisir karena peserta sibuk mengerjakan soal untuk dirinya masing-masing. hingga akhirnya akan diperoleh nilai yang benar-benar murni dan alami.  Dalam hal ini pengawas independent  barangkali juga dapat diminimalisir kuantitasnya. Selanjutnya biaya pengawasan dapat digunakan untuk subsidi lainnya. 
Pemerintah,  dapat membuat kebijakan berupa UU atau permendiknas yang bukan hanya  sekedar mengatur  strategi dan materi UN, tetapi juga teknis yang memberi peluang kepada siswa untuk memilih,  menentukan jalan hidupnya mendapatkan nilai sesuai kemampuannya. Sebagaimana  pemerintah telah melakukan akreditasi sekolah yang masing-masing diberi penilaian sesuai dengan kemampuannya , ada yang mendapat akreditasi A, B maupun C. Demikian juga siswa peserta UN, diberi penghargaan sesuai kemampuannya, nanti yang membedakan adalah ijazah yang dimiliki. Siswa yang memperoleh nilai memuaskan akan mendapat  ijazah/sertifikat berkualifikasi A,  yang sedang mendapat B, dan begitu seterusnya. Bukankah tujuan pemerintah menyelenggarakan UN ingin mengetahui kualitas pendidikan  mayarakat Indonesia dengan seakurat mungkin tanpa ada rekayasa ? Selanjutnya memetakan untuk mendapatkan perhatian? Dengan  banyaknya pilihan kreteria lulus dan tidak adanya paksaan untuk lulus akan   memunculkan  hasil UN yang diharapkan valid karena proses UN yang berjalan alami tanpa paksaan.


Perbedaan UN 2011 dan UN 2012

Mencermati permendiknas nomor 59 tahun 2011 tentang kreteria  kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan penyelenggaraan ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional. Peraturan BSNP nomor 0011/P/BSNP/XII 2011 tentang prosedur operasi standar ujian nasional sekolah menengah pertama, sekolah menengah pertama luar biasa, sekolah menengah atas, madrasah Aliyah, sekolah menengah atas luar biasa dan sekolah kejuruan tahun pelajaran 20011/2012, serta peraturan BSNP nomor 013/P/BSNP/XII/2011 tentang kisi-kisi ujian Nasional untuk satuan pendidikan dasar dan menengah tahun pelajaran 2011/2012. Sangat mungkin materi UN 2012 ini akan berbeda dengan UN tahun lalu
Tampaknya terdapat perbedaan  materi pada UN 2012 tahun ini dengan tahun 2011.  Pada UN tahun ini  tidak ada lagi istilah Standar Kompetensi  Lulusan (SKL) . Istilah tersebut diganti  menjadi kisi-kisi UN.
 Pada SKL UN 20011 materi soal berupa irisan dari  tiga kurikulum yaitu kurikulum 1994, kurikulum 2004, dan  standar isi 2006. Sedangkan kisi-kisi UN 2012 ini lebih berdasar pada SK  dan KD  dalam standar isi 2006.
Perbedaan tersebut  tentu dapat menyebabkan meteri yang diujikan pada UN tahun 2012 nantinya akan berbeda  dengan UN 2011. Terlepas apakah nantinya  soal lebih mudah  atau bahkan lebih  sulit untuk dikerjakan siswa. Sikap percaya diri dan nilai-nilai kejujuran harus tetap  ditanamkan pada diri siswa sebagai subjek pendidikan, tetapi yang paling  utama adalah  kembali pada diri masing-masing. Wallahu a’lam

sejarah singkat


Di sebuah desa bernama Jatisari kecamatan Senori di wilayah selatan kabupaten Tuban berkumpulah para tokoh masyarakat yang diprakarsai oleh KH. Masyhuri ini sepakat untuk mengadakan semacam pendidikan bagi masyarakat. Maka atas restu KH. Abul Fadlol, KH. Munawwar, KH. Nur Salim, KH. Shodiq, KH. Thohir, KH. Masykur,  berdirilah pendidikan Islam pertama di Senori, tepatnya pada tanggal 17 Juli 1929 yang di belakang hari dikenal dengan nama Madrasah Islamiyah Senori (MIS)
            Pada waktu itu proses kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di sebuah bangunan milik KH. Masyhuri, karena saat itu MIS belum memiliki gedung, muridpun masih terbatas murid laki-laki.
            Pada awal berdirinya MIS hanya berjenjang Madrasah Ibtida’iyah saja, namun setelah adanya tuntutan zaman dan kebutuhan akan jenjang yang lebih tinggi maka, pada tahun 1958 para pengurus MIS Islamiyah sepakat mendirikan jenjang setingkat SMP (Madrasah Tsanawiyah). Dan baru tahun 1978 mendapat SK pendirian dari Kantor Wilayah Departemen Agama jawa Timur.
            Pada awal berdirinya Madrasah Islamiyah Banin terdiri atas siswa putra dan siswa putri. Karena dari tahun ke tahun siswa madrasah Islamiyah Banin selalu bertambah, serta terbatasnya sarana dan prasarananya, Maka antara siswa putra dan siswa putri harus dipisahkan. Penambahan tersebut bukan hanya dari daerah sendiri, bahkan dari luar daerah, maka pada tahun 1997 disepakati pemisahan untuk siswa Putra pada MTs Islamiyah Banin dan khusus siswa Putri pada MTs Islamiyah Banat, Karena kecamatan Senori boleh dibilang merupakan salah satu kawasan kota santri yang berada di kabupaten Tuban. Dikawasan Senori  terdiri atas 16 Pondok Pesantren, yang sebagian besar santrinya masuk dalam yayasan Sunnatunnur, baik jenjang madrasah ibtida’iyah, madrasah tsanawiyah maupun madrasah aliyah bahkan ada yang masuk ke jenjang perguruan tinggi.
            Sungguhpun demikian yayasan Sunnatunnur telah berusaha melakukan berbagai upaya dalam mengatasi berbagai masalah pendidikan. Upaya tersebut hampir mencakup semua komponen pendidikan seperti pembaharuan kurikulum dan proses belajar mengajar, peningkatan kualitas guru, pengadaan buku pelajaran, dan sarana belajar lainnya. Ini berarti,  yayasan telah menaruh perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pendidikan yang ada dalam lingkungan yayasan, sebab menyadari bahwa pendidikan adalah soko guru pembangunan.
a)      Visi, Misi dan Tujuan  Madrasah
1.      Visi
Mewujudkan sumber daya yang berkualitas tinggi dalam keimanan dan ketaqwaan, berakhlaqul karimah, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu mengaplikasikannya dalam masyarakat
2.          Misi
a).    Menyiapkan calon pemimpin masa depan yang mempunyai landasan Iman dan Taqwa yang kuat dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai daya juang tinggi kreatif dan inovatif .
b).   Meningkatkan Pengetahuan dan kemampuan proposional tenaga kependidikan di berbagai lembaga pendidikan sesuai perkembangan dunia pendidikan .
3.       Tujuan :          
1.      Menghasilkan lulusan yang cerdas, terampil dan berakhlaqul karimah.
2.      Menghasilkan lulusan yang pandai berfikir, berdzikir dan berikhtiar.
3.      Menghasilkan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
4.      Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi
5.      Membekali siswa dengan ketrampilan hidup yang berorientai kecakapan hidup
b)      Profil MTs Islamiyah Banin Jatisari Senori Tuban
Adapun Identitas MTs Islamiyah Banin  Senori dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel : 4.1 Identitas MTs Islamiyah Banin
No
Uraian

Keterangan
1
NSS/NIS
:
212 352 303 078
2
Nama Sekolah
:
MTs Islamiyah Banin
3
Alamat
:
Jl. K.Djoned No 62
4
Desa/Kelurahan
:
Jatisari
5
Kecamatan
:
Senori
6
Kabupaten
:
Tuban
7
Kode Pos
:
62365
8
Nomor Telp.
:
(0356) 7012967
9
Sekolah dibuka Tahun
:
1958
10
Status Sekolah
:
Swasta
11
Waktu penyelenggaraan
:
Pagi
12
Kepala Sekolah
:
K. SYAMSUDIN
13
SK/Izin pendirian
:
L.M/3/183/B/1978
14
Status Sekolah Terakhir
:
Terakreditasi B/2009
15
Nomor Rekening
:
0172310401
16
Tanggal
:
19 Desember 2006
17
Nama penyelenggara
:
Yayasan MIS Sunnatunur
18
Kelompok Yayasan
:
LP Ma’arif
                    
Sumber data : MTs Islamiyah Banin  Desa Jatisari Kecamatan Senori Kabupaten Tuban, Tahun Pelajaran 2010/2011
c)      Letak geografis MTs Islamiyah Banin
            MTs Islamiyah Banin  terletak sekitar 60 km arah selatan kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Jatisari Kecamatan Senori.
            Letak MTs Islamiyah Banin  sangat strategis karena bertempat di tengah-tengah kota kecamatan, oleh karena itu banyak siswa baik yang diluar maupun dalam kecamatan  datang untuk belajar di MTs Islamiyah Banin .
Batas lokasi MTs Islamiyah Banin  dengan perumahan penduduk adalah sebagai berikut :
       1) Batas Sebelah Timur        :    Rumah KH.Minanurrrohman Syarif
       2) Batas Sebelah Barat        :    Jalan raya Senori-Cepu
       3) Batas Sebelah Utara        :    Jalan raya Senori-Brangkal-B.Goro
       4) Batas Sebelah Selatan     :    Rumah Miftahul Huda
Sedangkan batas lokasi MTs Islamiyah Banin  dengan pedesaan adalah sebagai berikut :
       1) Batas Sebelah Timur        :    Desa Wangluwetan
       2) Batas Sebelah Barat        :    Desa Medalem
       3) Batas Sebelah Utara        :    Desa Sendang
       4) Batas Sebelah Selatan     :    Desa Leran
Adapun perbatasan lokasi MTs Islamiyah Banin  dengan kecamatan sekitar adalah :
1) Batas Sebelah Timur       :           Kecamatan Parengan
2) Batas Sebelah Barat        :           Kecamatan Bangilan
3) Batas Sebelah Utara       :           Kecamatan Singgahan
4) Batas Sebelah Selatan     :           Kecamatan Malo dan Kasiman
            Sedangkan jarak terdekat antara sekolah yang sama yakni MTs Islamiyah Banat yang notabene masih dalam lingkup yayasan Sunatunnur yang khusus siswa putri.
Kondisi dari MTs Islamiyah Banin  sangat tepat untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, lokasi yang mudah dijangkau oleh siswa yakni bertempat di jantung kota Senori tepatnya di dekat perempatan jalan raya Senori sehingga memudahkan siswa untuk menjangkaunya dari beberapa desa di sekitarnya.